Jakarta (Kemenag) — Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI), Kementerian Agama menyelenggarakan Olimpiade PAI Nasional 2025. Ajang ini digelar bekerja sama dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII). Olimpiade yang diikuti peserta dari 34 provinsi ini menjadi salah satu langkah strategis Kemenag untuk meningkatkan daya saing mata pelajaran PAI di sekolah.
Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Olimpiade PAI Nasional 2025 merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran PAI agar sejajar dengan bidang ilmu lain yang telah lebih dahulu mapan melalui kompetisi nasional.
“Di sekolah, kita mengenal beberapa kompetisi pelajar seperti OSN, OS2N, FLS2N yang berbasis sains dan seni, maka Kementerian Agama yang memiliki amanah membina agama di sekolah umum, mengupayakan sebuah olimpiade yang menyentuh sisi ruhiyah dan akhlak siswanya yaitu Olimpiade PAI Nasional,” jelas Munir di Jakarta, Senin (1/12/2025).
“Melalui Olimpiade PAI Nasional, kita ingin menunjukkan bahwa mata pelajaran PAI memiliki ruang kompetisi yang tidak kalah prestisius dan tidak kalah bergengsi dibanding mapel lainnya. PAI harus memiliki daya saing tinggi, tidak hanya di kelas, tetapi juga dalam kompetisi akademik tingkat nasional,” sambung pria kelahiran Tuban, Jawa Timur ini.
“Pada akhirnya, OLPAIN adalah investasi untuk masa depan. Kita ingin lahir generasi muda yang memahami agama dengan benar, moderat, dan mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial yang damai dan berkeadaban,” tandasnya.
Salah seorang pengurus AGPAII, Rimelfi menjelaskan bahwa Olimpiade PAI Nasional 2025 adalah ajang kali keempat yang diselenggarakan Kemenag. Acara sejenis pernah diselenggarakan di Padang (2022), Malang (2023) dan Bandung (2024).
“Mulai tahun ini Olimpiade PAI Nasional masuk dalam rangkaian kegiatan PAI FAIR Kemenag dan harapannya bisa menjadi agenda rutin tahunan,” ujar Rimelfi yang menjabat sebagai Ketua I DPP AGPAII.
Olimpiade PAI Nasional digelar untuk tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA/SMK. Para peserta diundang ke Jakarta sebagai perwakilan provinsi melalui seleksi ketat 10 besar dari penyelanggaraan Olimpiade PAI Tingkat Kabupaten/Kota.
Dalam Grand Final yang digelar di Jakarta, para delegasi mengikuti tiga rangkaian tes, yakni: tes tertulis berbasis komputer secara online (CBT), tes praktik menyusun karya (untuk jenjang SD membuat story telling, jenjang SMP menyusun esai, dan jenjang SMA membuat presentasi Canva dengan tema tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat), dan presentasi di depan juri dalam bentuk unjuk karya. Dari 34 peserta, dewan juri akan memilih tiga peserta terbaik.
Olimpiade PAI Nasional 2025 menghadirkan berbagai materi seleksi yang mencakup penguasaan lima konsep dasar agama Islam, yakni akidah, Al-Qur’an dan Hadis, akhlak, fiqih, sejarah kebudayaan Islam hingga penerapan nilai-nilai Islam dalam konteks kekinian seperti ekoteologi dan moderasi beragama. Kompetisi ini tidak hanya mengukur kemampuan kognitif siswa, tetapi juga kecakapan berpikir kritis dan pemahaman moderasi beragama.