News, Education & Lifestyle

Unit Percetakan Al-Qur’an Gelar Festival Ramadan, Hadirkan Bazar UMKM hingga Santunan Yatim

16

Bogor (Kemenag) —- Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama menggelar Festival Ramadan 1447 H di Pusat Literasi Keagamaan Islam, Bogor, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, mengatakan, festival tersebut menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai Ramadan sekaligus memberi wadah bagi penggiat Al-Qur’an dan seni Qurani.

“Festival Ramadan ini bertujuan menyemarakkan bulan suci dengan aktivitas positif, memberikan ruang ekspresi bagi para penggiat Al-Qur’an dan seni Qurani, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM melalui bazar Ramadan,” ujar Lubenah.

Rangkaian festival diawali tadarus Al-Qur’an. Pada hari pembukaan juga digelar santunan bagi 50 anak yatim, buka puasa bersama, serta salat tarawih berjemaah yang diikuti 165 pegawai UPQ.

Selama festival berlangsung, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan edukatif, seperti lomba mewarnai kaligrafi untuk kategori PAUD, TK, dan SD, bazar Ramadan selama tujuh hari dengan konsep kurasi stan halal dan ramah keluarga, serta seminar kaligrafi dan seminar literasi halal. “Pada 11 Maret nanti, festival ini akan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para pemenang lomba,” jelas Lubenah.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Faizah Abu Rokhmad, mengapresiasi inisiatif Pusat Literasi Keagamaan Islam UPQ yang menggelar Festival Ramadan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan mandat Direktorat Jenderal Bimas Islam dalam memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan yang moderat, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.

“Festival Ramadan ini merupakan wujud nyata dari implementasi mandat tersebut,” ujarnya.

Faizah menambahkan, Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial. Karena itu, ia mengapresiasi adanya santunan bagi anak-anak yatim dalam rangkaian festival tersebut.

“Bantuan ini bukan sekadar pemberian materi, tetapi juga wujud kasih sayang, perhatian, sekaligus kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia berharap berbagai kegiatan dalam Festival Ramadan—mulai dari santunan yatim, bazar Ramadan halal dan ramah keluarga, lomba mewarnai kaligrafi, hingga seminar literasi halal dan tadarus bersama—dapat menghadirkan ruang publik yang edukatif, religius, dan produktif.

“Semoga Festival Ramadan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ikon kegiatan Ramadan yang inklusif, kolaboratif, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat,” tandasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.