News, Education & Lifestyle

Doa dan Harmoni Sosial Benteng Ketahanan Bangsa

3

Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa kekuatan spiritual berupa doa berjamaah dan kokohnya harmoni sosial antarumat beragama merupakan benteng utama ketahanan bangsa Indonesia di tengah dinamika kondisi global saat ini. Ia mengatakan bahwa ketahanan nasional tidak hanya diukur dari indikator ekonomi dan fisik semata, melainkan dari kedalaman rasa syukur, kebersamaan, dan spiritualitas warga negaranya.

Hal tersebut Menag sampaikan saat memberi sambutan pada Do’a Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri NKRI memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta.

“Kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita. Di negara-negara lain, masyarakat dunia mengakui bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang sangat baik sehingga tidak terdampak jauh dari krisis yang saat ini melanda dunia. Ini adalah hal yang wajib kita syukuri bersama atas izin Allah SWT,” ujar Menag, Minggu (9/8/2026).

Menurut Menag, rasa syukur kolektif atas stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan di atas 5% di antara negara-negara G20 harus diwujudkan dalam bentuk menjaga persatuan dan keharmonisan hidup beragama.

Menag juga menyoroti keberadaan Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta sebagai warisan penting keharmonisan Indonesia di mata dunia.

“Yang paling terkenal di sini adalah Terowongan Silaturahim yang menghubungkan dua rumah ibadah, satu-satunya di dunia. Setiap kali ada tamu negara, kunjungan pertama yang dikunjungi sesudah Istana Negara adalah simbol harmoni ini. Ini membuktikan bahwa Indonesia adalah rujukan dunia dalam toleransi dan kerukunan,” tegas Menag.

Melalui momentum HUT ke-81 RI dan Doa Keselamatan Bangsa ini, Menag mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga keutuhan persatuan serta ketahanan spiritual bangsa.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat toleransi, memperkuat sinergi sosial, serta menguatkan ikhtiar batin agar bangsa Indonesia selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkasnya.

Habib Luthfi bin Yahya menyoroti pentingnya merawat kesadaran sejarah generasi muda dan seluruh bangsa terhadap jasa para pahlawan serta pendiri NKRI. Habib Luthfi mengingatkan bahwa kemerdekaan dan keutuhan bangsa yang dirasakan saat ini tidak lepas dari pengorbanan serta darah para pejuang, sehingga memanjatkan doa bagi para pejuang bangsa adalah kewajiban moril seluruh anak bangsa.

“Masyarakat dan generasi penerus bangsa harus terus mengingat perjuangan para pendahulu dan pendiri bangsa. Salah satu cara mengekspresikan rasa hormat itu adalah dengan memanjatkan doa untuk mereka serta berkomitmen meneruskan perjuangannya menjaga keutuhan NKRI,” tutur Habib Luthfi.

Acara ini dihadiri oleh Habib Luthfi bin Yahya, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Staf Khusus Menteri Agama Hubungan Antarumat Beragama Gugun Gumilar, para tokoh ormas Islam, tokoh lintas agama, tokoh perempuan, hingga puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.