News, Education & Lifestyle

Madrasah Berbasis Pesantren Kian Kompetitif, Banyak Lulus PTN Favorit

5

Jombang (Kemenag) — Daya saing madrasah berbasis pesantren terus menunjukkan tren positif. Lulusannya banyak diterima di berbagai perguruan tinggi negeri top, termasuk untuk pilihan fakultas favorit seperti kedokteran.

Hal ini antara lain ditunjukkan oleh lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang pada Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Madrasah ini berhasil mengantarkan 250 lulusannya diterima di berbagai kampus unggulan pada 2026. Bahkan, ada enam siswa yang masuk Fakultas Kedokteran.

Lima siswa diterima di Fakultas Kedokteran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu Muhammad Akhdannuha Fatihurrohman, Rafi Indera Dewa Tegar Ramadani, Akilah Maziyah Fanani, Cinta Amaliyah Sholihah Wahyu Lestari, dan Arina Izzata Aini. Sementara Dyah Manggar Sasikirana diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang.

Pelaksana Harian Kepala MAN 3 Jombang PP Bahrul Ulum, M Syifa’ Malik, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses pendidikan yang menempatkan keseimbangan antara penguatan akademik, pembinaan karakter, dan tradisi kepesantrenan.

“Keberhasilan para siswa diterima di berbagai perguruan tinggi favorit merupakan buah dari kerja keras mereka, dukungan orang tua, bimbingan para guru, serta lingkungan pendidikan pesantren yang kondusif. Ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang berprestasi dan berdaya saing tinggi,” ujar Gus Syifa’ di Jombang, Kamis (11/6/2026).

Sebanyak 250 siswa yang diterima di perguruan tinggi tahun ini berasal dari berbagai jalur seleksi. Sebanyak 72 siswa lolos melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 98 siswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), 56 siswa melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), delapan siswa melalui PMDP Poltekkes, sembilan siswa melalui SIMAMA Poltekkes, dan tujuh siswa melalui jalur Golden Ticket.

Para lulusan tersebut diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Sebelas Maret (UNS), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta berbagai PTN dan PTKN lainnya.

Menurut Gus Syifa’, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi madrasah, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan madrasah. “Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada MAN 3 Jombang. Amanah ini akan terus kami jaga dengan meningkatkan kualitas layanan pendidikan sehingga semakin banyak siswa yang mampu mewujudkan cita-citanya di masa mendatang,” katanya.

Keberhasilan para siswa menembus fakultas kedokteran juga menyimpan kisah inspiratif. Dyah Manggar Sasikirana, misalnya, mengaku berbagai aktivitas organisasi dan prestasi yang diraihnya selama belajar di madrasah menjadi bekal penting dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Selama menempuh pendidikan di MAN 3 Jombang, Manggar aktif mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari Musabaqah Syarhil Quran, lomba dai, hingga puisi. Ia juga terlibat dalam kegiatan UKS, Kader Kesehatan Remaja (KKR), dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

“Saya percaya bahwa kesungguhan dalam belajar, aktif berorganisasi, dan menjalankan amanah dengan baik menjadi bagian dari ikhtiar yang mengantarkan saya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang,” ujarnya.

Kisah serupa datang dari Cinta Amaliyah Sholihah Wahyu Lestari yang diterima di Fakultas Kedokteran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Baginya, dukungan keluarga dan pembinaan yang diberikan madrasah menjadi faktor penting dalam perjalanan akademiknya.

“MAN 3 Jombang memberikan banyak ruang bagi saya untuk berkembang, baik melalui pembinaan akademik maupun berbagai kompetisi yang saya ikuti. Pengalaman tersebut sangat membantu dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Rafi Indera Dewa Tegar Ramadani menuturkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia kedokteran muncul dari keinginan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Bagi saya, menjadi dokter bukan hanya tentang profesi, tetapi juga tentang kesempatan untuk membantu banyak orang dan memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Bagi Akilah Maziyah Fanani, keberhasilan meraih kursi di Fakultas Kedokteran tidak terlepas dari nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di lingkungan madrasah dan pesantren. “Selain belajar dengan sungguh-sungguh, saya berusaha menjaga adab, menghormati orang tua dan guru, serta terus berdoa. Nilai-nilai itu yang selalu saya pegang dalam perjalanan meraih cita-cita,” katanya.

Keberhasilan enam siswa menembus Fakultas Kedokteran sekaligus melengkapi capaian MAN 3 Jombang tahun ini dalam mengantarkan 250 lulusannya ke perguruan tinggi favorit. Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa madrasah berbasis pesantren mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di berbagai bidang keilmuan.

Di tengah meningkatnya kompetisi masuk perguruan tinggi, capaian MAN 3 Jombang menjadi gambaran bahwa madrasah tidak hanya sukses membentuk lulusan yang kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu mencetak talenta-talenta akademik yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Leave A Reply

Your email address will not be published.